Memanfaatkan Ilmu Semantik Pada Karya Sastra

Menulis karya sastra merupakan suatu kegiatan menyampaikan ide serta gagasan didalam pikiran untuk tujuan estetika. Puisi, Cerpen, hingga Novel merupakan bagian dari karya sastra. Dengan kata lain ilmu semantik terdapat pada karya sastra puisi, cerpen, dan juga novel.

Tahukah kamu dalam setiap kata atau kalimat dalam karya sastra memiliki makna tersirat didalamnya?

Penulisan Karya sastra pasti memiliki gaya bahasa yang menjadi keunikan untuk penulisnya. Mempelajari makna pada hakikatnya mempelajari setiap pemilihan kata agar mudah dipahami.

Semantik Pada Karya Sastra

Pemilihan kata inilah membutuhkan ilmu yang menelaah lambang atau tanda yang menyatakan suatu makna. Kata semantik pada karya sastra menunjukkan berbagai rangkaian kata populer karena, sering digunakan dalam bahasa sehari-hari untuk menandakan suatu masalah dalam pemilihan kata atau konotasi.

Konotasi Dalam Narasi Teks

Kata memiliki makna yang membedakan antara kata satu dengan kata lain. Perbedaan kata dilihat dari hubungan makna antar kalimat. Makna dalam kalimat yang baik dilihat dari ketepatan pemilihan kata.

Kata dapat dikatakan jelas apabila sudah digunakan dalam kalimat. Kejelasan makna dalam kalimat dipengaruhi dengan adanya pemilihan kata yang baik dan tepat sehingga setiap kata dapat dipahami maknanya. Makna kata dibuat setepat mungkin untuk menghindari kesalahpahaman terhadap makna yang ada pada pemakaian kata.

Setiap kata memiliki makna denotasi dan konotasi. Makna denotasi disebut dengan makna sebenarnya, sedangkan makna konotasi disebut makna tidak sebenarnya.

Konotasi pada sebuah tulisan memiliki arti makna bukan yang sebenarnya, makna tambahan yang digunakan memiliki makna saling terhubung dengan teks yang memiliki nilai tersirat. contoh penggunaan kata konotasi seperti:

  1. ‘’Rumah pamanku hangus di lalap si jago merah’’. Si jago merah dalam makna konotasi artinya Api.
  2. “Selama masa pandemi banyak pedaggang yang gulung tikar”. Gulung tikar dalam makna konotasi artinya Bangkrut.
  3. “Fadil temanku sekarang hidup sebatang kara”. Sebatang kara dengan makna lain artinya tanpa keluarga atau tidak memiliki keluarga.

Pengggunaan Gaya Bahasa

Penggunaan gaya bahasa pada suatu karya sastra pastinya tidak terlepas pada majas. Majas merupakan untaian bahasa yang indah di sampaikan lewat secara unik menggambarkan kepribadian penulis.

Majas dan Semantik saling berkaitan pada karya sastra. penggunaan gaya bahasa memiliki peran agar pesan atau cerita yang disampaikan lebih berbobot dan pada penggunaanya yang tepat akan menimbulkan ketertarikan dari pembaca.

Pemakaian gaya bahasa dalam sebuah cerita juga salah satu cara untuk menghidupkan teks. gaya bahasa akan memberikan sentuhan terdapat teks dengan penuh gagasan dan makna yang tersirat.

Preposisi Dalam Kalimat

Kata ini berfungsi untuk menghubungkan antar kata sehingga membentuk suatu kalimat. Preposisi pada umumnya dipakai untuk menerangkan arah, waktu, tempat, dan posisi.

Fungsi semantik pada preposisi dipakai untuk menandai keterkaitan makna antara kata atau frasa yang ada di depan dan yang ada dibelakangnya. Pada karya sastra yang baik memperhatikan unsur kesatuan dan keselarasan antara tiap kalimat dan paragrafnya. Preposisi adalah kata yang berfungsi untuk menghubungkan antara kata lainnya menjadi sebuah kalimat yang indah.

Semantik pada preposisi berfungsi manandai peran-peran tertentu sebagai hasil hubungan antara kata. Seperti makna yang memperlihatkan perbandingan antara satu objek dengan
objek lain, makna yang menunjukkan transisi posisi atau keadaan asal sesuatu objek.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Keranjang Belanja